Senin, 26 Desember 2016

Perancangan dan Prototype Implementasi Sistem pada Studi Kasus Aplikasi Group Chat dengan Menggunakan Mediator Pattern

- Evaluasi Akhir Semester -

Perancangan dan Prototype Implementasi Sistem pada Studi Kasus Aplikasi Group Chat dengan Menggunakan Mediator Pattern


Pada materi sebelumnya, telah dibahas mengenai Design Pattern — Mediator Pattern dan Implementasi Mediator Pattern pada ATC. Pada materi berikut ini, akan dibahas mengenai Perancangan dan Prototype Implementasi Sistem pada Studi Kasus Aplikasi Group Chat dengan Menggunakan Mediator Pattern.

Deskripsi Studi Kasus

Studi Kasus yang kelompok kami pilih adalah studi kasus aplikasi Group Chat. Aplikasi Group Chat adalah aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi dalam bentuk mengirim dan menerima pesan dengan anggota lain yang berada dalam satu group chat. Ketika seorang anggota pada Group Chat mengirim pesan ke Chat Server, Chat Server akan bertanggung jawab untuk menyebarkan pesan tersebut ke seluruh anggota Group Chat.

Perancangan Sistem dengan Menggunakan Mediator Pattern

Mediator Pattern adalah salah satu klasifikasi design pattern yang mendefinisikan sebuah objek mengontrol bagaimana satu set objek berinteraksi atau berkomunikasi. Sebuah program biasanya terdiri dari beberapa kelas, sehingga logika dan perhitungan didistribusikan diantara kelas-kelas tersebut. Dikarenakan oleh banyak kelas yang dikembangkan di dalam program, terutama selama pemeliharaan, masalah komunikasi diantara kelas-kelas tersebut menjadi sangat kompleks. Hal tersebut membuat program menjadi lebih sulit untuk membaca dan memelihara. Selain itu, hal tersebut juga membuat program sulit untuk diubah, karena setiap perubahan dapat mempengaruhi code di dalam kelas lainnya.

Dengan menggunakan Mediator Pattern, komunikasi antar objek dirumuskan dengan objek mediator. Suatu objek tidak lagi berkomunikasi secara langsung antara satu sama lain, melainkan berkomunikasi melalui mediator. Jadi, kelas klien dapat menggunakan mediator untuk mengirim pesan ke klien lain dan dapat menerima pesan dari klien lain melalui kelas mediator. Jadi Mediator Pattern digunakan untuk mengurangi kompleksitas komunikasi antara beberapa objek atau kelas dan mendukung pemeliharaan code secara mudah.

Sebelum menggunakan Mediator Pattern, komunikasi diantara setiap kelas sangat kompleks dikarenakan oleh setiap kelas berkomunikasi secara langsung dengan kelas yang lain.

Gb1. Gambaran komunikasi antar kelas sebelum menggunakan Mediator pattern

Setelah menggunakan Mediator Pattern, komunikasi diantara setiap kelas cukup melalui mediator, sehingga mengurangi masalah kompleksitas komunikasi. Objek mediator tidak hanya menghubungkan dua kelas, namun menghubungkan seluruh kelas dalam satu set objek yang berinteraksi. Objek mediator ini menyebarkan informasi yang telah dikirim oleh satu kelas kepada setiap kelas yang lain.

Gb2. Gambaran komunikasi antar kelas setelah menggunakan Mediator pattern

Berikut ini merupakan UML Class Diagram Mediator Pattern
Gb3. Class diagram Mediator pattern


Kelas dan objek pada pattern ini yaitu:
  • Mediator
    • Interface yang mendefinisikan aturan komunikasi antara setiap objek Colleague.
  • ConcreteMediator
    • Mengetahui dan memelihara Colleague.
    • Mengiplementasikan perilaku kooperatif dengan cara mengkoordinasikan objek Colleague.
    • Objek mediator yang memungkinkan terjadi komunikasi diantara setiap objek Colleague yang berpatisipasi.
  • Colleague Classes
    • Masing-masing kelas Colleague mengetahui objek Mediatornya.
    • Masing-masing Colleague berkomunikasi dengan Mediator ketika ada yang harus dikomunikasikan dengan Colleague yang lain.

Perancangan sistem yang akan dibuat adalah aplikasi Group Chat dapat berjalan dengan baik menggunakan Mediator Pattern, dimana pesan yang dikirim oleh salah satu anggota Group Chat dapat disebarkan dan diterima oleh setiap anggota grup melalui objek mediator

Berikut ini merupakan Class Diagram perancangan sistem aplikasi Group Chat dengan menggunakan Mediator Pattern

Gb4. Class diagram aplikasi group chat dengan menggunakan Mediator pattern

Prototype Implementasi Sistem

Berikut ini merupakan prototype implementasi source code Mediator Pattern pada studi kasus aplikasi Group Chat dengan menggunakan Java :

1. Membuat kelas ChatServer. Chat Server adalah kelas interface Mediator yang digunakan oleh anggota Group Chat untuk berinteraksi dengan objek Mediator.
ChatServer.java
 public interface ChatServer {  
   public void addUser(Participant user);  
   public void sendMessage(Participant user, String message);  
 }  

2. Membuat kelas ChatServerMediator. Chat Server Mediator adalah implementasi dari kelas interface Chat Server. Kelas ini akan bertindak sebagai objek mediator yang bertanggung jawab untuk membagikan pesan kepada setiap anggota Group Chat.
ChatServerMediator.java
 import java.util.List;  
 import java.util.ArrayList;  
 public class ChatServerMediator implements ChatServer {  
   private List participantList;  
   public ChatServerMediator(){  
  participantList = new ArrayList();  
   }  
   public void addUser(Participant user){  
    participantList.add(user);  
   }  
   public void sendMessage(Participant user, String message){  
    for(Participant p : participantList){  
      if(p != user){  
    p.receiveMessage(message, user);  
      }  
    }  
   }  
 }  


3. Membuat kelas Participant. Participant adalah anggota dari Group Chat yang dapat berkomunikasi antara satu sama lain dengan cara memanggil objek mediator (kelas ChatServerMediator).
Participant.java
 public class Participant {  
   private String userName;  
   private ChatServer charServerMediator;  
   public Participant(String name){  
     this.userName = name;  
   }  
   public String getUserName(){  
    return userName;  
   }  
   public void joinChatGroup(ChatServer chatGroup){  
    charServerMediator = chatGroup;  
    charServerMediator.addUser(this);  
   }  
   public void sendMessage(String message){  
    System.out.println(userName +", Sending this message : \""  
       + message + "\"");  
    charServerMediator.sendMessage(this, message);  
   }  
   public void receiveMessage(String message, Participant user){  
    System.out.println(userName + ", Received : \"" + message   
       + "\", From : " + user.userName);  
   }  
 }  

4. Membuat kelas GroupChat. Kelas GroupChat akan mensimulasikan komunikasi diantara anggota Group Chat dengan menggunakan kelas ChatServerMediator.
GroupChat.java
 public class GroupChat {  
   public static void main (String args[]){  
  ChatServer chatServer = new ChatServerMediator();  
  Participant jack = new Participant("Jack");  
  Participant george = new Participant("George");  
  Participant emilly = new Participant("Emilly");  
  jack.joinChatGroup(chatServer);  
  george.joinChatGroup(chatServer);  
  emilly.joinChatGroup(chatServer);  
  // Jack is sending message  
  jack.sendMessage("Hi Everyone, I am Jack");  
  // Emilly replying to Jack  
  emilly.sendMessage("Hi Jack, How are you");  
   }  
 }  

Setelah membuat masing-masing kelas dan meng-compile project aplikasi Group Chat dengan menggunakan IDE Blue J, berikut merupakan diagram dari prototype implementasi

Output dari prototype implementasi source code di atas adalah sebagai berikut


Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/Mediator_pattern
https://www.academia.edu/912877/Design_Pattern_I
http://www.dofactory.com/net/mediator-design-pattern
http://www.techcrashcourse.com/2015/10/mediator-design-pattern-in-java.html
Share:
Read More

Minggu, 11 Desember 2016

Desain Sistem Informasi CGV Blitz

1. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem. Diagram konteks merupakan level tertinggi dari DFD yang menggambarkan seluruh input ke sistem atau output dari sistem.
Diagram konteks


2. Class Diagram – ER Diagram

Class diagram adalah model statis yang menggambarkan struktur dan deskripsi class serta hubungannya antara class. Class diagram mirip ER-Diagram pada perancangan database, bedanya pada ER-diagram tdk terdapat operasi/methode tapi hanya atribut. Class terdiri dari nama kelas, atribut dan operasi/methode.

Class diagram

Pengertian dari ERD (Entity Relationship Diagram) adalahsuatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi. ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

ER - Diagram

3. Component Diagram

Componen Diagram dapat diartikan sebagai berikut :

  • Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen peranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) diantaranya.
  • Komponen peranti lunak adalah modul berisi code, baik berisi source codemaupun binary code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time, link time maupun run time.
  • Pada umumnya komponen terbentuk dari bebrapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil.
  • Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.


Component diagram adalah diagram UML yang menampilkan komponen dalam system dan hubungan antara mereka.

Component diagram

4. Deployment Diagram

Deployment diagram adalah diagram yang digunakan memetakan software ke processing node. Menunjukkan konfigurasi elemen pemroses pada saat run time dan software yang ada di dalamnya. Diagram Ini adalah salah satu diagram paling penting dalam tingkat implementasi perangkat lunak dan kadang-kadang dituli ssebelum coding.
Deployment diagram

5. Tabel, Physical Data

Basis data merupakan himpunan kelompok data yang saling berkaitan dan tempat untuk menampung dan mengorganisasikan seluruh data yang ada dalam sistem, sehingga dapat dieksplorasi untuk menyusun informasi–informasi dalam berbagai bentuk.

Pembangunan sistem informasi sangat bertumpu pada kualitas basis data. Basis data yang disusun dan dibentuk diharapkan memiliki sifat efektif dan efisien dalam pengorganisasiannya, bebas redudansi, fleksibel, dan sistem database yang dapat di akses secara bersamaan dalam lingkungan jaringan. Suatu basis data terdiri dari beberapa file yang saling berkaitan satu sama lain, yang dihubungkan dengan key field yang terdapat pada masing-masing file dalam basis data tersebut.

Relasi tabel

Referensi:

http://konsulatlaros.blogspot.com/2012/10/pengertian-cdcontext-diagram-dan-dfd.html
https://pccontrol.wordpress.com/2013/01/21/pengetahuan-dasar-dan-contoh-diagram-kelas-class-diagram/
http://satriamecha.blogspot.co.id/2014/08/pengertian-erd-entity-relationship.html
http://awanalex.blogspot.co.id/2009/04/component-diagram.html
ocw.ui.ac.id/mod/resource/view.php?id=202
Share:
Read More

Kamis, 08 Desember 2016

Analisis Sistem Informasi CGVBlitz

1. Diagram Konteks


Diagram konteks merupakan bagian dari DFD yang berfungsi untuk memetakan

model lingkungan, yang direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang
mewakili keseluruhan sistem.

Berikut ini merupakan Diagram Konteks dari Sistem Informasi CGV Blitz :

diagram konteks


2. Flowmap dan Flow Diagram Existing System


Untuk mempermudah analisis, maka digunakan alat bantu yaitu Flowmap. Flowmap adalah bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem.


Flowmap penjualan tiket pada CGV Blitz memiliki alur kerja sebagai berikut :



Flowmap


Data Flow Diagram (DFD) adalah model yang menggambarkan suatu sistem sebagai jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.


Data Flow Diagram penjualan tiket pada CGV Blitz memiliki alur kerja sebagai berikut :



DFD


3. Use Case


Use Case Diagram adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem secara ringkas mengenai siapa yang menggunakan sistem dan apa saja yang dapat dilakukan olehnya.


Use case diagram menggunakan actor dan use case. Use case adalah layanan atau fungsi yang disediakan oleh sistem untuk penggunanya, sedangkan actor adalah seorang pengguna sistem atau sesuatu (perangkat atau sistem lain) yang berinteraksi dengan sistem. Use Case Diagram tidak menjelaskan secara detail tentang penggunaan usecase, namun hanya memberi gambaran singkat hubungan antara usecase, aktor, dan sistem.


Berikut ini merupakan Use Case Diagram dari Sistem Informasi CGV Blitz :

Usecase



4. Gambaran Sistem, Organisasi, Visi, dan Misi


Penjelasan mengenai sistem, organisasi, visi, dan misi CGV Blitz dapat dilihat pada post sebelumnya, yaitu Sistem Informasi CGV Blitz.



5. Functional Requirement dan Non-Functional Requirement

Functional requirement

Functional requirement adalah jenis requirement yang berisi: Proses-proses yang harus dilakukan oleh sistem, Informasi-informasi yang harus ada di dalam sistemSistem dapat melakukan proses-proses sebagai berikut:
  • Pengolahan data pegawai yang ada merupakan proses penginputan, edit, dan menghapus data pegawai.
  • Pengolahan data film, proses yang dilakukan adalah proses pengolahan menambah film, jam tayang, serta tanggal tayang yang dimana dapat dilakukan dengan proses penginputan, serta menampilkan data.
  • Pengolahan data pemesanan tiket, proses yang dapat dilakukan adalah menampilkan data transaksi, menginputkan data transaksi, menyimpan data transaksi, menghapus dan mencetak hasil transaksi.
  • Proses pembuatan laporan, proses yang dapat dilakukan adalah menampilkan semua data pegawai, film, dan data transaksi.

  1. Orientasi Proses
    • Sistem dapat menginput/mengupdate data Film
    • Sistem dapat menginput/mengupdate data Karyawan
    • Sistem dapat menginput/mengupdate data Member
    • Sistem dapat menginput/mengupdate data Transaksi penjualan
  2. Orientasi Informasi
    • Sistem dapat menampilkan Laporan data Film melalui layar atau cetakan kertas
    • Sistem dapat menampilkan Laporan data Karyawan melalui layar atau cetakan kertas
    • Sistem dapat menampilkan Laporan data Member melalui layar atau cetakan kertas
    • Sistem dapat menampilkan Laporan data Transaksi penjualan melalui layar atau cetakan kertas

Nonfunctional Requirements. 

Nonfunctional requirement adalah tipe requirement yang berisi properti perilaku yang dimiliki oleh sistem, meliputi: Operasional, Performance, Keamanan, Politik dan budaya
  • Operasional
    • Sistem Operasi : Windows 7
    • Hardware : Komputer Pentium 4, RAM 1GB, Display SVGA (800×600), DVD RW, keyboard, mouse, printer laserjet
    • Jaringan : SIstem client-server, HUB, kabel jaringan
    • Bisa digunakan untuk bercode render
    • Printer digunakan untuk mencetak tiket dan laporan keuangan maupun yang lain-lain
  • Security
    • Dilengkapi password untuk login untuk sisstem aplikasinya maupun databasenya
  • Informasi
    • Memberikan informasi kesalahan login baik password ataupun username
    • Digunakan untuk melakukan pendaftaran anggota baru

Data Wawancara


Kantor CGV Blitz Surabaya


Telepon : (031) 99 44 0434


Website : https://www.cgvblitz.com/en/schedule/cinema/1800

Alamat : Jl. Ngagel no. 123, Marvell City Mall Lantai 3, Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur


Tampilan CGVBlitz


List pertanyaan kepada pegawai CGV Blitz :


CGV Blitz dipimpin oleh siapa?

Apa saja nama bagian yang ada di dalam struktur organisasi CGV Blitz?
Bagaimana pembagian tugas dan wewenang masing-masing bagian?
Bagaimana pola pembagian kerja dan hubungan kerja antar personil?
Dalam pelayanan konsumen, bagaimana alur proses konsumen untuk dapat memesan tiket  di CGV Blitz?
Apa aplikasi sistem informasi yang telah dijalankan di CGV Blitz?
Apa penyebab masalah dan masalah yang harus diselesaikan oleh sistem informasi tersebut?
Apakah terdapat permasalahan dalam penggunaan sistem informasi tersebut dalam manajemen pelayanan konsumen?
Apakah sistem informasi tersebut telah dapat meningkatkan kinerja, pelayanan, ketersediaan informasi, penjualan serta keuntungan perusahaan, keamanan data, menghemat biaya operasional, dan meminimalkan pemborosan sumber daya?
Bagaimana bentuk sistem yang sebenarnya dibutuhkan oleh CGV Blitz? Serta siapa, kapan, dan apa saja yang dapat dikerjakan oleh sistem tersebut?
Share:
Read More

Minggu, 27 November 2016

Design Patterns - Strategy Pattern

Definisi

Dalam pemrograman komputer, strategi  pattern adalah desain pattern software tertentu, dimana algoritma dapat dipilih pada saat runtime tergantung pada kondisi, seperti strategi dalam situasi perang. Strategi pattern mendefinisikan keluarga algoritma, merangkum dan membuat dipertukarkan. Membiarkan setiap algoritma bervariasi independen dari klien yang menggunakannya, merangkum masing-masing sebagai obyek, dan membuat mereka saling dipertukarkan.  Strategi  pattern memungkinkan algoritma bervariasi independen dari klien yang menggunakannya. Strategi pattern digunakan untuk membuat perubahan ini tidak mempengaruhi kode lain, sehingga menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan untuk kode kita dan menyediakan fleksibilitas yang lebih besar.

Gambar



Implementasi Sederhana

Kita akan membuat interface Strategy yang mendefinisikan tindakan dan kelas strategi konkrit mengimplementasikan interface Strategi. Context adalah kelas yang menggunakan Strategi.
StrategyPatternDemo, kelas demo, akan menggunakan Konteks dan object strategi untuk menunjukkan perubahan perilaku Context berdasarkan strategi itu digunakan.

Step 1 : Membuat interface
Interface Strategy
Step 2 : Membuat kelas konkrit yang mengimplementasikan interface yang sama
Class OperationAdd

Class OperationSubstract

Class OperationMultiply
Step 3 : Membuat kelas Context
Class Context
 Step 4 : Menggunakan kelas Context untuk melihat perubahan perilaku dari kelas Strategy
Class StrategyPatternDemo
Step 5 : Melihat hasil keluaran
Hasil keluaran


Sumber Referensi : 

Share:
Read More

Minggu, 13 November 2016

Link Blood Bank Management System

Blood Bank Management System
Blood Bank Management System adalah sistem yang digunakan untuk menghubungkan antara pendonor dengan pasien yang membutuhkan darah secara cepat dan mudah. Berikut ini adalah link dari UML Diagram dan Full Source Code Blood Bank Management System :
Share:
Read More

Rabu, 02 November 2016

Sistem Informasi CGVBlitz


Gambar 1. Logo CGVBlitz
PT. Graha Layar Prima merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa dan produk. Konsep utama dari PT. Graha Layar Prima adalah one entertainment center. CGVBlitz merupakan salah satu bentuk usaha yang dikelola oleh PT. Graha Layar Prima. CGV blitz (sebelumnya bernama Blitzmegaplex) merupakan salah satu jaringan bioskop di Indonesia yang menawarkan konsep baru untuk memberikan pengalaman yang berbeda saat menonton film. CGV blitz membuka jaringan bioskop pertamanya di Paris Van Java, Bandung. Kehadiran CGV blitz menghilangkan kesan monopoli yang terjadi dalam jaringan bisnis bioskop di Indonesia karena sebelumnya didominasi oleh Bioskop 21 yang telah lebih dahulu sukses dalam pasar sinema di Indonesia.


Visi 
“ Menjadi pilihan utama pengalaman hiburan yang paling tak terlupakan.”
Misi
  • Pilihan Utama : Sebagai pengalaman hiburan terpilih yang paling tak terlupakan oleh target pasar.
    • Pengalaman hiburan yang paling tak terlupakan : Melalui kombinasi produk dan jasa yang luar biasa.

    Struktur Organisasi


    Gambar 2. Struktur Organisasi CGVBlitz

    Pemetaan Klasifikasi Sistem Informasi
    Pemetaan klasifikasi sistem informasi dapat digambarkan dalam bentuk piramida yang terbagi menjadi empat bagian, yaitu Executive Information System (EIS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), dan Transaction Processing System (TPS). Pemetaan klasifikasi sistem informasi pada CGVBlitz adalah sebagai berikut :

    Gambar 3. Klasifikasi Sistem Informasi CGVBlitz

    -Executive Information System (EIS)

    Dewan Komisaris

    Sistem Informasi eksekutif dirancang untuk menyediakan akses yang mudah dan cepat untuk informasi informasi selektif tentang faktor-faktor ekslusif dalam menjalankan tujuan strategis bagi manajemen.

    -Decision Support System (DSS)

    1. Komite Audit

    2. Direksi

    3. Sekertaris Perusahaan

    4. Unit Internal

    Bagi CGVBlitz penggunaan DSS terlihat ketika direksi dapat memonitor performance sistem secara langsung dan interaktif, juga dilengkapi dengan management tool analysis dalam menganalisa business forecasting dan manajemen persediaan.

    -Management Information System (MIS)

    1. Direktur Keuangan
    Direktur Keuangan membawahi divisi Keuangan & Administrasi dan Manajemen Resiko.

    2. Direktur Pemasaran & Operasi
    Direktur Pemasaran & Operasi membawahi divisi Strategi, Desain & Tata Ruang, Penjualan & Pemasaran, dan Operasi Bioskop.

    3. Direktur Pengembangan Usaha
    Direktur Pengembangan Usaha membawahi divisi Pembangunan Lokasi Baru, Konstruksi & Pemeliharaan Prasarana, dan Sistem Informasi & Teknologi.

    4. Direktur Humas & Sumber Daya Manusia
    Direktur Humas & Sumber Daya Manusia membawahi divisi Publikasi & Humas dan Sumber Daya Manusia.

    Sistem Informasi ini menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan kepada para pengunjung halaman website CGVBlitz dan seluruh elemen CGVBlitz maupun investor. MIS yang digunakan pada CGVBlitz adalah aplikasi management system yang dapat membantu dalam business forecasting, inventory management dan human resources management. Aplikasi ini akan berupa suatu bentuk pelaporan yang selanjutnya digunakan oleh perusahaan dalam penentuan atau pengambilan keputusan pada sistem penunjang keputusan.

    -Transaction Processing System (TPS)

    Divisi yang dibawahi oleh Direktur Keuangan antara lain
    Keuangan & Administrasi
    Manajemen Resiko

    Divisi yang dibawahi oleh Direktur Pemasaran & Operasi antara lain
    Strategi
    Desain & Tata Ruang
    Penjualan & Pemasaran
    Operasi Bioskop

    Divisi yang dibawahi oleh Direktur Pengembangan Usaha antara lain
    Pembangunan Lokasi Baru
    Konstruksi & Pemeliharaan Prasarana
    Sistem Informasi & Teknologi

    Divisi yang dibawahi oleh Direktur Humas & Sumber Daya Manusia antara lain
    Publikasi & Humas
    Sumber Daya Manusia

    Seluruh tenaga kerja pada masing-masing divisi memiliki tanggung jawab dan tugas sesuai dengan bagian divisinya. Setiap divisi memiliki tanggung jawab untuk melaporkan hasil pekerjaanya kepada seorang Direktur divisi.

    CGVBlitz dalam melakukan transaksi telah mempunyai jaringan komputer yang terintegrasi dengan customer yang menyediakan informasi pemesanan. Transaction Processing System yang digunakan oleh CGVBlitz adalah Point of Sale (POS) System, dengan bantuan website, mobile application maupun aplikasi yang digunakan saat pembelian langsung di ticket box CGVBlitz. Transaksi dengan konsumen tersebut melibatkan interaksi langsung dengan pelanggan dan database perusahaan secara simultan. 

    Teknologi Informasi
    Ticket box
    Offline Buying Pembelian tiket CGVBlitz.
    Input dan storage: monitor touchscreen
    Output : printer
    Gambar 4. CGVBlitz Ticket Box
    Gambar 5. Tiket CGVBlitz


    Gambar 6. Monitor, printer pada CGVBlitz Ticket Box

    Self ticketing 
    Pembelian tiket tanpa antri di CGVBlitz dapat dilakukan melalui self ticket machine. 
    Gambar 7. CGVBlitz Self Ticketing Machine

     CGVBlitz Web Application
    Online Buying Pembelian tiket dan snack CGVBlitz dapat dilakukan melalui website www.cgvblitz.com.
    Gambar 8. CGVBlitz Website


    CGVBlitz Mobile Application (Android / iOS)
    Online Buying Pembelian tiket dan snack CGVBlitz juga dapat dilakukan melalui aplikasi mobile pada iOS dan android.
    Gambar 9. CGVBlitz Mobile Application

    Referensi :
    Share:
    Read More